Presiden Filipina Temui Jokowi Dalam Agenda Pertamanya

Posted on

Keputusan Presiden (Keppres) No 16 Tahun 2022 yang mengatur perihal Satuan Tugas Percepatan Sosialisasi Undang-Undang Cipta Kerja telah diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo. Dalam Keppres itu, Jokowi menunjuk Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjadi Ketua Satgas Percepatan UU Cipta Kerja. Keppres No 16 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Keputusan Presiden No 10 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan Sosialisasi UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ini ditandatangai oleh Jokowi pada 25 Agustus 2022.

“Bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan penataan Satuan Tugas Percepatan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, perlu dilakukan perubahan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2O2l tentang Satuan Tugas Percepatan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2O2O tentang Cipta Kerja,” demikian bunyi Keppres tersebut.

Melalui keppres ini, Jokowi juga menetapkan beberapa orang sebagai Satgas UU Cipta Kerja. Hal itu diatur dalam Pasal 3.  Satgas Undang-Undang Cipta Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri atas:
a. Ketua: Sdr. Suahasil Nazara;
b. Wakil Ketua I: Sdr. Eddy O.S. Hiariej;
c. Wakil Ketua II: Sdr. M. Chatib Basri;
d. Wakil Ketua III: Sdr. Raden Pardede;
e. Sekretaris: Sdr. Arif Budimanta.

uu cipta kerja, wamenkeu, suahasil nazara, jokowi

 

 

 

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor pada, Senin (5/9).
Ini merupakan lawatan perdana Marcos Jr ke Indonesia sejak dilantik sebagai Presiden Filipina pada Juni lalu. Marcos Jr juga menjadikan Indonesia sebagai tujuan pertama dinas luar negerinya sebagai presiden.
“Terima kasih pak Presiden, kita telah berdiskusi dengan mendalam. Sangat penting bagi saya untuk memilih Indonesia, Jakarta, sebagai tujuan kunjungan pertama saya sebagai presiden,” kata Marcos Jr kepada Jokowi dalam pernyataan pers bersama di Istana Bogor.

“Kita (Filipina-Indonesia) dekat karena berbagai alasan. Salah satunya adalah kita dekat dalam hal budaya, kita dekat dalam hal etnis. Dan saya pikir itu akan menjadi kemitraan yang kuat yang akan kita terus perkuat saat kita semua perlahan keluar dari situasi ekonomi pasca-pandemi,” paparnya menambahkan.

Jokowi dan Marcos Jr dikabarkan akan membahas dan memperkuat sejumlah kerja sama aktif dan multifaset di bidang pertanian, maritim, perbatasan, ekonomi, pertahanan, hingga kerja sama people to people.

Jokowi dan Marcos Jr juga akan bertukar pandangan soal isu-isu utama yang mempengaruhi kawasan dan dunia.

Tak hanya itu, keduanya bakal menyaksikan penandatanganan sejumlah kesepakatan dalam bidang pertahanan dan budaya, pun rencana aksi komprehensif untuk memetakan prioritas bilateral RI dan Filipina selama lima tahun ke depan.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menuturkan kunjungan Marcos Jr ke RI dapat mendorong terciptanya lebih banyak kerja sama antara kedua negara, khususnya di sektor digital dan telekomunikasi.

“Kita tentu berharap ada banyak kerja sama bilateral yang bisa kita lakukan, mengingat kondisi geografis Filipina dan Indonesia di sektor ICT hampir mirip. Indonesia negara kepulauan, Filipina pula negara kepulauan, hampir sama,” tuturnya seperti dikutip Antara.

Salah satu kemungkinan kerja sama tersebut, kata Johnny, merupakan pemanfaatan satelit Indonesia untuk Filipina.

Johnny juga menyampaikan rencana tersebut sedang disusun di level perusahaan telekomunikasi antar kedua negara.

“Kita tahun depan akan meluncurkan dua High Throughput Satellite (HTS), dengan kapasitas 300 Giga byte per second yang sebagian punya potensi untuk digunakan oleh Filipina,” ungkapnya.

Marcos Jr akan berada di Indonesia sampai pada Selasa (6/9). Setelah dari Indonesia, rombongan Marcos Jr bakal bertolak ke Singapura pada 6 dan 7 September atas undangan Presiden Halimah Yacob.

Source: cnnindonesia